Minggu, 28 Desember 2014
Pemindahan Pasien Osteoporosis ke Kursi Roda
Didalam video akan ditayangkan bagaimana cara memindahkan pasien oteoporosiss ke kursi roda.
Silahkan kunjungi alamat di bawah ini ^^
https://www.youtube.com/watch?v=3gbr3QOrBes
Selasa, 18 November 2014
Omega-3 Bisa Membantu Mengurangi Kebiasaan Merokok Loh!!!

Suplemen omega-3 ternyata tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan otak, namun juga mampu membantu seseorang untuk berhenti merokok.
Temuan baru ini telah diuji coba oleh para peneliti. Para perokok yang mengkonsumsi kapsul omega-3 setiap hari selama satu bulan mengalami penurunan konsumsi rokok hingga 11 persen dibandingkan dengan mereka yang diberikan pil plasebo.
Seorang ahli dari Universitas Haifa Israel, Dr Sharon Rabinovits Shenkar yang melakukan penelitian ini mengungkapkan bahwa zat dan obat-obatan yang sekarang ini banyak digunakan untuk membantu seseorang menghentikan kebiasaan merokoknya dinilai sangat tidak efektif. Justru obat-obatan tersebut dapat menyebabkan efek samping yang susah untuk diatasi.
Dokter Shenkar mengungkapkan bahwa temuan dari studi ini menunjukkan jika omega-3, suplemen makanan yang mudah ditemukan, hampir tidak memberikan efek samping jika dikonsumsi dan bahkan mampu membantu mengurangi kebiasaan merokok secara signifikan.
Merokok diketahui dapat mengurangi kadar asam lemak esensial yang ada di otak, khususnya omega-3. Dampak yang bisa ditimbulkan adalah terjadinya kerusakan struktur sel saraf dan terganggunya komunikasi saraf di area otak yang menghubungkan perasaan kepuasan dan senang.
Area otak ini sangat penting dalam hal mengambil keputusan, ketagihan, dan juga dalam hal ganjaran (rewards). Hal ini mengindikasikan bahwa kekurangan omega-3 bisa membuat seorang perokok akan lebih sulit untuk mengatasi atau mengurangi kebiasaan merokoknya.
“Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa ketidakseimbangan omega-3 juga berhubungan dengan kesehatan mental, stres, kemampuan untuk mengatasi tekanan, dan depresi,” katanya.
Stres dan tekanan bisa memicu keinginan untuk merokok. Padahal, bagi mereka yang berhenti merokok, umumnya level stres yang dirasakan juga meningkat.
Penelitian ini melibatkan sekitar 48 orang perokok yang telah mempunyai kebiasaan ini selama 11 tahun dan merokok kurang lebih 14 batang setiap harinya. Mereka dibagi ke dalam dua kelompok secara acak.
Kelompok pertama diharuskan mengkonsumsi kapsul omega-3 950mg lima kali sehari selama satu bulan. Sedangkan kelompok lainnya mengonsumsi lima kapsul plasebo setiap harinya dengan waktu dan jumlah yang sama. Seluruh peserta tidak diminta untuk mengubah kebiasaan merokoknya.
Setelah satu bulan, para perokok dari kelompok pertama (yang diberi omega-3) diketahui mengurangi jumlah rokok mereka rata-rata 2 hari (penurunan sebesar 11%). Lebih dari itu, tingkat ketagihan mereka akan nikotin juga ikut berkurang.
Banyak makanan yang kaya akan omega-3 apabila kita tidak ingin mengkonsumsi suplemen. Makanan-makanan yang mengandung tinggi omega-3 adalah ikan salmon, trout, makarel, minyak zaitun, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
via Health Kompas | image : kimberlysnyder.net
Senin, 17 November 2014
Penanganan Psikologi pada Pasien
Oleh : Rainy Tri Kurnianingtyas
Masalah yang terjadi pada seseorang
akan membuat seseorang stress dan depresi terlebih jika masalah itu tidak
diceritakan kepada orang lain. Masalah – masalah dalam kehidupan yang sulit
untuk diceritakan kepada orang lain sehingga hanya dapat dipikirkan sendiri tanpa
ada solusi. Masalah akan menambah beban pikiran dan bisa menyebabkan penyakit
ringan hingga fatal. Bukan hanya gangguan jiwa kadang gangguan dalam tubuh, seperti
tiba-tiba terserang penyakit dalam ataupun mudah sakit.
Banyak pasien dirujuk ke rumah sakit
untuk pemeriksaan gejala fisik ternyata tidak memiliki gangguan fisik yang
dapat menjelaskan gejalanya Sekitar
seperempat kasus baru nyeri abdomen di klinik gastroenterologi dan kasus
nyeri dada atipikal di klinik kardiologi serta sebagian besar rujukan dokter umum ke klinik neurologi tidak memiliki penyakit
fisik yang relevan ( Davis & Craig, 2009, h.35).
Dengan
kata lain bahwa tidak jelas apa penyebab dan faktor penyakit dari pasien, sehingga
pasien tidak dapat diyakinkan dan bahkan keluar dari perawatan sebelumnya dan
beralih ke klinik atau rumah sakit lain. Hal tersebut membuktikan bahwa ada
faktor lain yang mendasari penyakitnya, faktor lain dalam hal ini adalah faktor
psikologi. Dalam hal ini sebagai perawat selain memperhatikan gejala fisik yang
terjadi pada pasien perawat juga harus bisa memperhatikan gejala psikologis
yang terjadi pada pasien. Karena perawat adalah tenaga kesehatan yang paling
dekat dengan pasien dan keluarga pasien. Oleh karena itu dalam penanganan kepada
pasien, perawat harus bisa menjadi konselor yaitu dengan berkomunikasi dengan
jelas kepada pasien dan keluarga pasien, memiliki perhatian menyeluruh kepada
pasien serta membimbing dalam selfcare . Menggunakan
model psikologi perlu dalam penanganan kepada pasien .
Naismith dkk., ( 1897 ) menyebutkan
bahwa betapa bermanfaatnya konseling perawat bagi pasien-pasien dengan penyakit
jantung. Mereka berpendapat bahwa para
pasien yang cenderung mengalami kecemasan yang menerima konseling merasakan hasil yang lebih baik pada bulan ke
enam daripada mereka yang tidak mendapat
konseling ( Abraham & Shanley, 1997, h.148 ).
Namun
penanganan psikologis dalam pelayanan
kesehatan kepada pasien masih sedikit diterapkan oleh para perawat. Kebanyakan
perawat dalam penanganan pasien lebih menekankan pada penanganan fisik. Yaitu
dengan pemberian obat dan fase-fase penyembuhan medis secara terus-terus. Namun
terkadang dengan pelayanan seperti itu pasien tidak kunjung sembuh. Dengan
melihat kejadian seperti itu pelayanan kesehatan harus melihat pula dari aspek
lain bukan hanya fisik namun psikis pun penting untuk diperhatikan. Dalam hal
ini perawat seharusnya mampu melihat aspek tersebut. Penanganan psikologi
kepada pasien bisa membantu dalam penyembuhan pasien terutama pasien yang tidak
diketahui penyebab penyakitnya. Banyak orang yang terkena penyakit dalam
seperti jantung atau darah tinggi sakitnya tanpa diketahui gejala yang jelas
dan dalam perawatannya tidak kunjung ada tanda-tanda sembuh. Kebanyakan pasien
beralih kepada pelayanan yang menurutnya lebih bisa membuatnya sembuh yaitu
pergi ke dokter atau rumah sakit lain atau bahkan ke pengobatan tradisional.
Untuk dapat menerapkan aspek
penanganan psikologis pada pasien, sebagai perawat perlu memilki sikap memahami
orang lain dan pintar dalam mengelola hubungan dengan orang lain. Sebelum
memahami pasien, sebagai seorang perawat harus bisa menimbulkan kesan awal yang
baik kepada pasien. Dengan kesan awal yang baik akan menentukan bagaimana sikap
pasien terhadap perawat dan akan menciptakan suatu hubungan yang baik, sehingga
pasien kan merasa nyaman terhadap perawat tersebut. Dalam memahami orang lain
terutama pasien, sebagai seorang perawat harus mampu melihat keseluruhan aspek
pada pasien. Interaksi perawat dan pasien di rumah sakit dalam 24 jam memberi
kesempatan kepada perawat untuk bisa lebih memahami pasien. Dalam hal ini
perawat harus terbuka dalam melibatkan dirinya dengan diri pasien yang mencakup
persepsi, kecemasan , dan harapan pasien ( Abraham & Shanley, 1997 ).
Dengan demikian akan meningkatkan kepercayaan dan harga diri hubungan tersebut. Setelah
kepercayaan hubungan tersebut sudah terjalin maka perawat mulai bisa mulai
memahami pasien lebih jauh yaitu dengan melihat bagaimana pasien itu bersikap. Dengan
meperhatikan bagaimana pasien bersikap sebagai perawat dapat melihat faktor lain
dari sakit pasien. Perawat dapat melihat apakah pasien itu terdiam saja,
terlihat risau ataupun tidak bisa tidur bahkan sikapnya terlalu sensitif. Mulai
dari hal-hal itu perawat dapat menananyakan langsung kepada pasien apa yang
sedang di pikirkan oleh pasien tersebut. Ketika perawat sudah megetahui
penyebabnya perawat memberikan konseling ataupun menunjukan perhatian kepada
pasien tersebut. Salah satunya yaitu dengan berempati, dengan empati perawat dapat memahami pengalaman dan perasaan
pasien seperti yang dipahami pasien itu sendiri. Sehingga diharapkan kecemasan
yang dialami pasien akan berkurang.
Namun jika pasien tidak mau
bercerita, sebagai perawat tidak dapat begitu saja memaksakan pasien tersebut
untuk bercerita, oleh karena itu perawat harus mampu megembangkan aspek lain
untuk bisa membantu pasien dalam penanganan psikologis pasien. Salah satunya
yaitu dengan kemampuan berkomunikasi.
Banyak penelitian menunjukan bahwa
komunikasi yang tepat dapat mengurangi kecemasan pasien. Mayward ( 1975 )
menemukan bahwa dengan menyediakan informasi
ekstra dapat mengurangi rasa nyeri pasien dan mengurangi penggunaan
analgetika dan membantu pasien tidur pasien ( Abraham & Shanley, 1997, h.101
).
Dalam
hal ini komunikasi bukan hanya komunikasi pada tugas namun komunikasi yang
menekankan pada eksplorasi kecemasan pasien. Dengan komunikasi tersebut
pasien dapat memperluas percakapan atau
menyatakan permaslahan mereka sendiri tanpa dipertanyakan oleh perawat.
Membantu pasien dalam
penyembuhannya tugas perawat selanjutnya dalam penanganan psikologis pasien
untuk mengatasi masalah pasien adalah mendukung pasien dalam mempertahankan
motivasi dan melakukan tindakan. Hal tersebut dilakuakan dalam upaya
mendapatkan kepercayaan diri pasien, merencanakan sesuatu yang baru untuk masa
depan, mendapatkan cara-cara baru untuk menghadapi faktor-faktor yang menggangu
kehidupan pasien dan tentunya meningkatkan motivasi pasien serta membentuk
pasien untuk mandiri. Pembentukan kemandirian pada pasien akan menimbulkan rasa
semangat dan sugesti yang baik dalam diri pasien. Pasien di arahkan untuk berpikir
positif mengenai maslahnya maupun penyakitnya. Perawat dapat membantu pasien
dalam memusatkan perhatian pasien terhadap harapan-harapan baru untuk hidupnya
sehingga kecemasan pasien akan berkurang bahkan hilang. Selain itu dengan
cara-cara tersebut akan mendorong pasien
untuk mengambil tanggung jawab atas masalah mereka dan bertindak untuk
mengatasi maslah mereka tanpa harus dipendam atau disembunyikan tanpa ada
penyelesaian yang berarti. Dengan demikian pasien menyadari bagaimana
masalah-masalah tersebut dapat menyebabkan sakit pada diri mereka.
Dengan asumsi di atas dapat
dibuktikan bahwa penanganan psikologi pada pasien dalam dunia keperawatan juga
dibutuhkan selain penanganan medis. Bahkan penanganan psikologi pada pasien
dengan penyakit tertentu akan lebih membantu dalam penyembuhannya. Bisa
dikatakan bahwa perawat dalam hal ini bukan hanya sebagai tenaga kesehatan
namun sebagai konselor, karena perawat adalah tenaga kesehatan yang dekat
dengan pasien dan keluarga pasien. Sehingga dapat membantu pasien dalam mengurangi beban
pasien, membantu pasien dalam mengungkapkan perasaan, mencegah pasien untuk
mengasingkan diri dan dapat membentuk pasien menjadi pasien yang mandiri serta
memiliki motivasi untuk masa depan pasien yang lebih baik.
Selasa, 11 November 2014
Rabu, 08 Oktober 2014
Bahaya Anti Sosial
Jaman sekarang masih jadi orang yang anti sosial?
bahaya tu!selain gak ada yang bisa diajak kemana-mana ada bahaya lain yaitu bisa bikin Alzheimer
Vemale.com - Penyakit jaman sekarang semakin bervariasi saja, Ladies. Bukan hanya penyakit fisik saja, penyakit mental juga sudah mulai ada yang aneh-aneh. banyak pula penyakit yang menyerang otak dan membuat sebagian besar orang khawatir, salah satunya adalah Alzheimer. Kebanyakan penyakit ini memang sering menyerang orangtua, namun tidak menutup kemungkinan Anda yang masih muda juga mengalaminya.
Menurut www.everydayhealth.com, penelitian baru menunjukkan bahwa perempuan yang sering mengkhawatirkan sesuatu, lebih cemas dan kurang bersosialisasi di usia pertengahan memiliki risiko lebih tinggi terkena Alzheimer di hari tua mereka. Penelitian menemukan bahwa tipe kepribadian tertentu ternyata juga mempengaruhi risiko seseorang mengidap Alzheimer di kemudian hari.
Para peneliti di Swedia dan Amerika Serikat menemukan bahwa wanita yang memiliki tingkat stress emosional yang tinggi dan kurang ramah ketika mencapai usia pertengahan bisa meningkatkan potensi hingga 2,5 kali lipat lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit Alzheimer. Potensi ini akan tinggi seiring bertambahnya usia mereka.
Bahkan seorang peneliti juga menyetujui bahwa kepribadian seseorang atau sikapnya terhadap orang lain ternyata memang bisa mempengaruhi potensi seseorang mengidap Alzheimer di kemudian hari. Hal ini tidak selalu terikat gen, dan orang yang terpengaruhi lingkungan dan menjadi tertutup dan tidak ramah kepada orang juga bisa memiliki potensi yang sama terserang Alzheimer. Hal ini mungkin disebabkan oleh tingkat endorphin dalam otak yang kurang sehingga membuat orang berisiko Alzheimer.
Hampir dua pertiga dari orang-orang yang menderita penyakit Alzheimer adalah perempuan. Gejala penyakit ini termasuk kehilangan memori, bermasalah dengan kata-kata, dan kehilangan kemampuan penilaian yang baik atau koordinasi tubuh yang tidak baik. Hal ini memang masih perlu penelitian lebih lanjut, namun tingkat stress dan sikap isolasi diri serta sikap sinis dan tidak ramah menjadi salah satu yang bisa memicu terjadinya serangan pada syaraf otak ini.
Nah, jadi jika Anda merasa kurang bersosialisasi dan kurang ramah terhadap orang di sekitar Anda, cobalah mengubahnya Ladies.
Sabtu, 04 Oktober 2014
Cara Latihan Pernapasan Untuk Relaksasi
Nah, untuk bisa mengatasinya, www.stylecraze.com menyarankan cara untuk relaksasi, yaitu dengan latihan pernapasan.
1. Latihan pernapasan perut
Latihan pernapasan perut akan membuat Anda bernapas lebih baik dan membuat oksigen lebih banyak masuk ke dalam tubuh. Hal ini akan membuat tubuh lebih lega dan otak mendapat asupan lebih baik. Caranya:
Duduk bersila dengan tubuh tegap dan letakkan kedua tangan di depan dada. Bernapas perlahan melalui hidung dan menghembuskan napas melalui mulut. Anda bisa merasakan adanya kontraksi otot-otot perut, sementara tangan lainnya tidak bergerak.
2. Stimulasi pernapasan
Ini adalah latihan pernapasan variasi dari olahraga yoga. Duduk dengan santai dan mulai bernapas melalui hidung dengan cepat. Mulut tertutup, tapi pastikan bahwa Anda cukup santai. Lanjutkan pernapasan normal setelah menyelesaikan setiap siklus. Lakukan setiap 5 kali bernapas cepat.
Akan lebih baik jika Anda melakukan di luar ruang dengan udara pagi yang fresh. Lakukan juga saat pagi hari atau sore hari ketika matahari akan terbenam. Saat-saat itu adalah saat paling tenang untuk relaksasi.
1. Latihan pernapasan perut
Latihan pernapasan perut akan membuat Anda bernapas lebih baik dan membuat oksigen lebih banyak masuk ke dalam tubuh. Hal ini akan membuat tubuh lebih lega dan otak mendapat asupan lebih baik. Caranya:
Duduk bersila dengan tubuh tegap dan letakkan kedua tangan di depan dada. Bernapas perlahan melalui hidung dan menghembuskan napas melalui mulut. Anda bisa merasakan adanya kontraksi otot-otot perut, sementara tangan lainnya tidak bergerak.
2. Stimulasi pernapasan
Ini adalah latihan pernapasan variasi dari olahraga yoga. Duduk dengan santai dan mulai bernapas melalui hidung dengan cepat. Mulut tertutup, tapi pastikan bahwa Anda cukup santai. Lanjutkan pernapasan normal setelah menyelesaikan setiap siklus. Lakukan setiap 5 kali bernapas cepat.
Akan lebih baik jika Anda melakukan di luar ruang dengan udara pagi yang fresh. Lakukan juga saat pagi hari atau sore hari ketika matahari akan terbenam. Saat-saat itu adalah saat paling tenang untuk relaksasi.
So, luangkan waktumu sejenak bisa bikin tubuh jadi lebih sehat....
Langganan:
Postingan (Atom)


